SMK Negeri 2 Jepara adalah sebuah lembaga pendidikan kejuruan menengah yang berbasis seni dan kerajinan. Idealnya, keberadaan sebuah lembaga pendidikan haruslah berakar dari kebutuhan untuk mengembangkan talenta masyarakatnya. Jepara dengan jenius lokalnya telah mampu menjadi sentra industri kerajinan ukir kayu yang tidak saja mampu berbicara di level nasional bahkan juga internasional. Sebagai sebuah lembaga pendidikan formal, SMK Negeri 2 Jepara sejak kelahirannya telah ikut andil dalam menemukan, menumbuhkan dan mengembangkan talenta masyarakat Jepara. Di dalam penelitian disertasi doktoralnya, Gustami menyatakan bahwa SMK Negeri 2 Jepara telah memberikan warna tersendiri terhadap perkembangan kerajinan di Jepara. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Ai Koswara dalam penelitiannya.
Pada saat Konsep pendidikan sistem ganda dengan konsep dasar link and match baru dicanangkan pada 1994, SMK Negeri 2 Jepara yang didirikan pada 1959 telah bersinergi dengan lingkungannya dan ikut andil mendorong tumbuhnya desain-desain baru dalam industri mebel di Jepara. SMK negeri 2 Jepara tidak saja telah link & match dengan perusahaan-perusahaan industri mebel di Jepara bahkan telah menjadi motor penggerak yang mendorong tumbuhnya industri mebel di Jepara. Hal ini dapat dilihat dari prestasi alumni SMK Negeri 2 Jepara yang telah membuktikan diri berperan aktif dalam mengembangkan industri kerajinan utamanya industri mebel Jepara.
Dimana mebel Jepara telah diakui secara nasional bahkan internasional. Hal ini terlihat dari maraknya investor asing yang datang ke Jepara dan tingginya nilai ekspor yang mencapai jutaan dollar dari sektor industri kerajinan mebel yang telah menjadi pencaharian utama dan telah meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Jepara. Jasa alumni SMK Negeri 2 Jepara yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ekspor mebel Jepara antara lain dalam pengembangan desain-desain baru. Aktivitas mereka sebagai pelaku industri sekaligus eksportir mebel Jepara yang tangguh dan handal telah mampu berperan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Jepara pada umumnya.
Tantangan berat yang harus diantisipasi di era global ini adalah menyiapkan tamatan yang lebih berkualitas sesuai dengan tuntutan Dunia Usaha/Dunia Industri berstandar nasional/internasional serta mampu bersaing dalam era global. Tradisi untuk menjadi sekolah internasional sebenarnya sudah dilaksanakan oleh SMK Negeri 2 Jepara jauh sebelum dicanangkannya program pengembangan SMK Internasional di seluruh Indonesia, bahkan sebelum dihembuskannya issue dunia global oleh Alvin Tofler dalam memandang perkembangan dunia masa depan. Pada dekade tahun 1970 - 1980-an SMK Negeri 2 Jepara yang masih bernama STM Dekorasi Ukir dan kemudian berubah nama menjadi SMIK telah menjadi tempat pemuda-pemuda Malaysia menimba ilmu khususnya kerajinan ukir kayu. Pada saat itu tidak kurang dari 2 – 5 orang pemuda yang dikirim negara Malaysia tiap tahunnya untuk mendalami seni ukir. Terbukti alumni SMK Negeri 2 Jepara tersebut telah menjadi tokoh sentral dalam pengembangan seni kerajinan di Malaysia. Di dalam buku “Craft Malaysia” disebutkan bahwa kemampuan dan ketrampilan mereka didalam membuat dan mengelola kerajinan didapat dari sebuah sekolah di Jawa Tengah tepatnya di kota Jepara yaitu STM yang mempunyai jurusan Dekorasi Ukir. Di sekolah inilah mereka ditempa dan digembleng untuk menguasai kemampuan mengukir.
Disamping mengirimkan pemuda-pemuda ke Jepara, beberapa kali guru-guru SMK Negeri 2 Jepara diundang untuk mengajar di Malaysia. Guru sebagai ujung tombak pendidikan telah disadari untuk membangun sumber daya manusia yang handal dan mampu bersaing di dunia internasional, dan Malaysia telah membuktikan hal itu dengan bantuan SMK Negeri 2 Jepara.
Beberapa kali SMK Negeri 2 Jepara telah menerima penghargaan atas prestasi yang telah diraihnya, baik tingkat lokal maupun nasional. Di tingkat local, tiap tahun selalu meraih penghargaan baik di tingkat kabupaten maupun propinsi, mulai dari sekolah sehat, perpustakaan terbaik, guru berprestasi, lomba poster atau melukis, bahkan sampai kepada lomba kepanduan. Di tingkat nasional, sejak dilaksanakannya LKS untuk SMK, SMK Negeri 2 Jepara telah meraih prestasi sbb. :
1. Tahun 2002 : Program Keahlian Kriya Kayu meraih juara III Tk. Nasional.
2. Tahun 2003 : Program Keahlian Kriya Kayu meraih juara I Tk. Nasional.
3. Tahun 2004 : Program Keahlian Kriya Kayu meraih juara I Tk. Nasional.
Program Keahlian Kriya Keramik meraih juara I Tk. Nasional.
4. Tahun 2005 : Program Keahlian Kriya Keramik juara ITk. Nasional.
Program Keahlian Kriya Kayu meraih juara II Tk. Nasional.
5. Tahun 2006 : Program Keahlian Kriya Kayu juara II Tk. Nasional.
6. Tahun 2007 : Program Keahlian Kriya Keramik juara I Tk. Nasional.
7. Tahun 2008 : Program Keahlian Kriya Kayu, Kriya Logam dan Kriya Keramik
meraih juara I Tingkat Propinsi dan mewakili Jawa Tengah ke
tingkat nasional.
8. Tahun 2009 : Program Keahlian Kriya Kayu, Kriya Keramik Meraih Juara II
Nasional, Kriya Logam Meraih Juara III Nasional,Animasi Meraih
Juara IV Nasional
Diluar kegiatan LKS, Program Keahlian Animasi walaupun usianya relatif sangat muda bahkan baru tahun ke-dua, telah meraih juara I Lomba produksi film animasi dalam Festival Film Animasi Tingkat Nasional untuk Kategori pelajar. Prestasi ini membuktikan bahwa sebagai sebuah lembaga pendidikan kejuruan SMK Negeri 2 Jepara dapat diandalkan dalam menciptakan tenaga-tenaga professional di bidangnya.
Prestasi terpenting untuk menyiapkan SMK Negeri 2 Jepara sebagai sekolah bertaraf internasional adalah adanya pengakuan internasional berkaitan dengan sistem manajemen mutu sekolah sesuai standar ISO 9001 : 2000. Pada bulan Desember 2006, setelah dilakukan serangkaian proses audit, SMK Negeri 2 Jepara telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2000 dari URS, sebuah lembaga sertifikasi internasional yang berpusat di Inggris. Kemudian dilanjutkan dengan Surveillance Audit pada bulan November 2009, SMK Negeri 2 Jepara dinyatakan konsisten dan dapat mempertahankan sertifikat ISO 9001:2000. Dengan demikian secara manajerial telah berstandar mutu internasional.








